Senin, 17 Oktober 2011

Best Thing I Never Had - Beyonce Knowles

What goes around comes back around (hey my baby)
What goes around comes back around (hey my baby)
What goes around comes back around (hey my baby)
What goes around comes back around (hey my baby)

There was a time I thought, that you did everything right
No lies, no wrong
Boy I, must've been outta my mind
So when I think of the time that I almost loved you
You showed your ass and I saw the real you
Thank God you blew it
Thank God I dodged the bullet
I'm so over you So baby good lookin' out

[Chorus]
I wanted you bad
I'm so through with it
Cuz honestly you turned out to be the best thing I never had
You turned out to be the best thing I never had
And I'm gon' always be the best thing you never had
I bet it sucks to be you right now

So sad, you're hurt
Boo hoo, oh, did you expect me to care?
You don't deserve my tears
I guess that's why they ain't there
When I think that there was a time that I almost loved you
You showed your ass and I saw the real you


I know you want me back
It's time to face the facts
That I'm the one that's got away
Lord knows that it would take another place, another time, another world, another life
Thank God I found the good in goodbye

Kamis, 15 September 2011

Padi - Semua Tak Sama

Dalam benakku lama tertanam
Sejuta bayangan dirimu
Redup terasa cahaya hati
Mengingat apa yang telah engkau berikan

Waktu berjalan lambat mengiring
Dalam titian takdir hidupku
Cukup sudah aku tertahan
Dalam persimpangan masa silamku

*
Coba 'tuk melawan getir yang terus kukecap
Meresap ke dalam relung sukmaku
Coba 'tuk singkirkan aroma nafas tubuhmu
Mengalir mengisi laju darahku

Reff:
Semua tak sama.. Tak pernah sama
Apa yang kusentuh, apa yang kukecup
Sehangat pelukmu.. Selembut belaimu
Tak ada satupun yang mampu menjadi sepertimu

Apalah arti hidupku ini
Memapahku dalam ketiadaan
Segalanya luruh lemah tak bertumpu
Hanya bersandar pada dirimu

Ku tak bisa, sungguh tak bisa
Mengganti dirimu dengan dirinya

Sampai kapan kau terus bertahan

Sampai kapan kau tetap tenggelam

Sampai kapan kau mesti terlepas

Buka mata dan hatimu relakan semua..

Rabu, 17 Agustus 2011

(note di fb) pesona pak tua gigi ompong

26 Februari 2011

Salah satu hobi nyeleneh saya adalah, saya suka memperhatikan orang. Nggak semua orang, tepatnya, beberapa yang saya anggap "menarik" di mata saya.

Salah satunya adalah bapak tua yang menjadi judul tulisan ini.



Bapak tua itu adalah penjual bensin eceran di dekat kos saya, yang selalu jadi langganan saya dalam keadaan bensin darurat. Bapak tua itu, selalu setia menjajakan bensinnya. Jika kamu berhenti, beliau akan menyapa dengan keramahan dan kegirangan. Tidak susah mencari orangnya, Beliau selalu mengenakan setelan terbaiknya, baju batik plus celana panjang plus peci. Tak lupa sepatu pantofel.

Yang saya tidak bisa lupakan adalah, setelah menerima uang dari saya, Beliau menjabat tangan saya dengan doa semoga saya sukses. Selamat sampai tujuan,jika berkendara. Dilancarkan rejekinya, jika saya bekerja. Sukses kuliahnya, jika saya sedang kuliah. Oh ya, tentu saja dengan senyum manis dengan giginya yang ompong.



Pada saat itu saya terpesona. Bukan karena giginya, tentu saja. Tetapi karena keramahannya yang tidak dibuat-buat. Sesuatu yang saya rasa, jarang bisa kita temui dlm kehidupan jaman sekarang. Saya sedikit miris, mengingat kadang saya bersikap tidak ramah. Nyuekin. Malas senyum. Tetapi bapak ini dengan pede-nya dia tetap tersenyum ramah walaupun dengan gigi ompong.



Apa yang sebenarnya mau saya share disini adalah, bagaimana menjadi pribadi yang ramah dan tulus kepada org lain, dengan siapa pun kamu berhadapan. Entah dengan orang kaya yang berpakaian mewah atau dengan orang kurang mampu yang berpakaian dekil. Karena, apa yang saya temui dlm kehidupan sekarang adalah, orang suka memilih bersikap hangat kepada orang yang berpakaian mewah, dan bersikap dingin kepada mereka yang berpakaian dekil...



Semoga mampu mengingatkan kita semua :)



Malang, 25 Feb 2011

(note di fb) tulisan nggak penting

8 Februari 2011


Saya jarang membuat notes di fb. Ada beberapa puisi sok keren yang saya coba publish. Tapi sekarang, saya ingin menulis sesuatu yang mudah-mudahan bisa menginspirasi saya dan org lain, dan mudah-mudahan tidak ada yang terganggu dgn notes saya.

Apakah saya mau curcol? a bit, actually. Tapi mungkin ini bisa juga menjadi pembelajaran untuk org lain.

Untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya mengalami ketidakadilan. saya sedang tertekan. bingung. gelisah. pasrah. hanya bisa sabar. Utk pertama kali dalam hidup saya juga, saya menjadi org "bawahan" yg nggak bisa berbuat apa karena "atasan" saya. Saya, yang biasa hidup terpenuhi, kalau mau apa tinggal bilang, sekarang nggak bisa apa2. mati kutu. apa masalahnya? sebaiknya tidak saya ekspos karena akan mempersulit banyak org.

saya cuma ingin men-share sebuah hikmah yang saya dapat.

Sebelum2nya, saya selalu hidup gampang. Saya tidak pernah care tentang bagaimana rasanya jadi seorang "bawahan". Bagaimana rasanya disalahkan, bagaimana rasanya menjadi org yang tidak punya kekuasaan. Bahkan sebelum merantau saya tidak pernah merasakan bagaimana rasanya membawa sepeda motor dan harus kehujanan di jalan, dan harus memakai jas hujan. Saya tidak tahu, lebih buruknya lagi, saya tidak mau tahu. Tinggal telepon, dan seseorang akan menjemput saya naik mobil jadi saya tidak perlu kehujanan. beres.

Tapi kali ini, saya harus "kehujanan". tidak ada "telepon". Tidak ada "org yang akan menjemput saya". Tidak ada "mobil". Saya harus di "jalanan yang hujan badai". Sendirian. Punya pilihan; hadapi atau menjadi pengecut.



..dan sekarang saya tahu. Tuhan luar biasa sayang dgn saya, Beliau menganugrahi saya sebuah kesadaran utk mengetahui bagaimana rasanya "terpojok", "tanpa kekuasaan","tanpa pertolongan". Utk itu saya berterimakasih luar biasa pada Hyang Widhi my Lord. Utk sebuah karma ini, utk mampu menyadarkan saya, menampar saya demikian kerasnya. Mungkin airmata saya habis, energi saya habis, emosi saya habis, tapi tidak sebanding dengan hikmah ini. Hikmah yang menyadarkan saya tentang bagaimana harusnya memperlakukan sebuah kekuasaan. Ya, kekuasaan memang sama liarnya dengan harta dan wanita. Sama gelap, rakus, dan menggairahkan. Dan Tuhan menunjukkan saya bagaimana "licin"nya cara menggunakan kekuasaan dan bagaimana KEBIJAKSANAAN harus ditempatkan dalam iman seseorang yang memiliki kekuasaan.

Untuk itu, saya berdoa utk mereka yang memiliki kekuasaan agar dibekali KEBIJAKSANAAN yang luar biasa. Agar mampu menyentuh dan memahami hati mereka yang "dibawah".



Dan kepada mereka yang bernasib sama seperti saya. Utk disadarkan atas hikmah yang luar biasa ini. :)



I believe in Karma, I believe in concept Rwa Bhineda. Ada waktu kamu tersenyum dan tertawa, dan ada juga waktu kamu menangis. mungkin ini waktu saya "menangis".





Malang, 8 Feb 2010

(note di fb) lirih

29 Oktober 2010


hamba sahaya, sebuah nama.

sebuah titah? atau sebenarnya takdir?



seperti mereka yang menumbuk, badannya bergetar-getar.

tangannya kasar.

kemudian menelentang, badannya tergetar-getar.

menumbuk, membelai, menyulam,

wanita.



komidi putar? tak mengenal, jauh disana, ujarnya.

karena ada yang lebih mulia daripada sekedar komidi putar,

ujarnya lirih...



genta, sesaji, dan sang kaisar.

(note di fb) Aku Kerang dan Matahari

23 Mei 2010

malam sudah semakin larut. seperti kerang, aku memiliki cangkang keras.
aku tertawa untuk menangis. di setiap perhentian, aku berkaca pada air keruh. bertanya, pantaskah aku?? dadaku sesak.
aku kerang yang belajar hidup. kucoba tersenyum pada matahari, padahal aku tak melihat apa2.
dadaku semakin sesak. kepada angin, aku bertanya. kenapa ia tak mengerti?

aku kerang menatap matahari. dadaku penuh kekecewaan, karena ia terlalu angkuh untuk mengerti aku sang makhluk kecil...
aku ingin berteriak padanya. " hey kau matahri. bisakah kau tidak angkuh untukku 1 hari saja, jadikan itu hariku ? " egoiskah aku?

ia tak pernah tahu.

aku menangis ketika ia terlelap..

(note di fb) Ular pelacur

29 Maret 2010

ular itu menikamku.
bisanya mematikan, bersembur seperti layaknya kusta.
aku menulis ribuan jalinan kata, semburat fenomena kehidupan di tengah teriknya gurun.
mengapa? karena air tidak ada di gurun. terjalnya debu, menyebabkan tulisanku hilang terbawa ribuan kelelawar malam.

gurun yang panas. kata-kataku terbakar..
seekor ular kobra menikam semua tulisanku... seperti pelacur licik.. ia menikam kemudian meliuk-liukan badannya.mengibas2kan ekornya, kemudian bersembunyi dibawah pohon kamboja yang berlubang busuk.


ular pelacur yang malang.
kata-kataku, tulisanku yang terbakar, bergulung, seperti katrina dilapisi selapis pasir kerikil...dengan bernafsu menerjang, menerkam setiap batu yang menghalangnya..sensasi terbakar yang dimiliki oleh mantra kemarahan..mencari ular pelacur itu...menjadikannya busuk dibalik pohon kamboja..